Monday, May 13, 2019

REPAIR NOSE RADOME PADA BOEING 787


TUGAS AIRCRAFT STRUCTURE III

REPAIR STRUCTURE COMPOSITE PADA NOSE RADOME BOEING 787

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
AIRCRAFT STUCTURE III
Disusun oleh :
HENDLORD JESRANO RAGOWINO
NIM: 1670550012

PROGRAM STUDI RANGKA PESAWAT TERBANG
AKADEMI TEKNOLOGI AERONAUTIKA SILIWANGI
BANDUNG

2018

KATA PENGANTAR
Segala Puji Syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas laporan repair structure composite pada nose radome Boeing 787
Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas aircraft structure di Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi. Karena keterbatasan waktu yang diberikan untuk mengerjakan laporan ini, maka saya hanya merangkum sebagian dari seluruh materi repair composite yang ada.
Selama saya menyusun laporan ini, saya telah banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini kami ucapkan banyak terima kasih kepada:
·            Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya.
·            Kedua orang tua beserta keluarga tercinta yang telah meberikan semangat dan dorongan baik moral, material dan spiritual selama penyusunan laporan ini.
·            Bapak Ir. Aji Jatmika Atmawijaya MT selaku Direktur di Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi
·            Bapak Ir. Dwi Margono selaku dosen pembimbing sekaligus pengajar mata kuliah Aircraft Structure di Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi.
·            Kang Imron yang telah bersedia memberikan materi composite
·            Rekan – rekan mahasiswa angkatan 2016 Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi. dan pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung yang telah memberikan bantuan kepada saya.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang membangun senantiasa saya harapkan dalam penyempurnaan laporan ini selanjutnya.
                                                                                       

Bandung, 5 April 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................. iii
BAB I. PENDAHULUAN ......................................................................................1
................ 1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
................ 1.2 Tujuan Penulisan............................................................................... 2
................ 1.3 Hipotesa Awal................................................................................... 2
................ 1.4 Ruang Lingkup Materi...................................................................... 2
BAB II. LANDASAN TEORI............................................................................... 3
................ 2.1  Material Komposit ........................................................................... 3
................ 2.2  Jenis-jenis Komposit........................................................................ 4
................ 2.3  Kelebihan dan Kekurangan Komposit............................................. 8
................ 2.4  Aplikasi Komposit di Pesawat Terbang........................................... 9
................ 2.5  Sekilas tentang Boeing 787............................................................ 10
................ 2.6  Penggunaan Material Komposit di Boeing 787............................. 12
                 2.7  Penggunaan Material di Nose Radom Boeing 787 ........................13
                2.8   Proses Inspeksi pada pada Radom Boeing 787 ............................ 13
                2.9   Kerusakan yang Terjadi pada Nose Radom Boeing 787............... 18
BAB III. PEMBAHASAN.................................................................................. 19
................ 3.1 Repair Material Composite pada Nose Radom Boeing 787 .......... 19
................ 3.2 Repair Procedures pada Nose Radom Boeing 787......................... 21
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN............................................................ 24
................ 7.1 Kesimpulan...................................................................................... 24
................ 7.2 Saran................................................................................................ 24
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................25
LAMPIRAN .........................................................................................................26


DAFTAR GAMBAR

1.      Gambar  2.1 Penggunaan Material Komposit di Pesawat Komersial......... .4
2.      Gambar  2.2 Serat Gelas.............................................................................. 5
3.      Gambar  2.3 Kevlar...................................................................................... 5
4.      Gambar  2.4 Carbon Graphite...................................................................... 6
5.      Gambar  2.5 Boron...................................................................................... 7
6.      Gambar  2.6 Serat Keramik......................................................................... 8
7.      Gambar  2.7 Pesawat Boeing 787.............................................................. 10
8.      Gambar  2.8 Aplikasi Composite di Pesawat Boeing 787......................... 12
9.      Gambar  2.9 Metode Visual Inspeksi ....................................................... 14
10.  Gambar  2.10 Ultrasonic Testing Methods................................................ 15
11.  Gambar  2.11 Pulse Echo Test Equipment................................................ 17
12.  Gambar  2.12 Bond Tester......................................................................... 17
13.  Gambar  2.13 kerusakan pada nose radom................................................ 18
14.  Gambar  3.1   Radom Repair Tool. .. ........................................................ 20
15.  Gambar  3.2   Lightning Protection Strips on a Radom............................ 20
16.  Gambar  3.3   Metode Patch ..................................................................... 21
17.  Gambar  3.4   Proses Pemasangan Patch................................................... 22










BAB I
 PENDAHULUAN

1.1  LATAR BALAKANG

          Seiring berkembangnya kemajuan di bidang penerbangan saat ini mengakibatkan manufactures Boeing Commercial Airplane memikirkan untuk menggunakan material dengan kekuatan serta efektifitas yang tinggi seperti material komposit salah satunya penggunaan material komposit pada Nose Radom Boeing 787

         Nose Radom merupakan salah satu part penting dalam sebuah pesawat karena berfungsi melindungi radar sebuah pesawat itu sebabnya harus dilakukan pemeriksaan dan perbaikan secara terus menerus untuk memastikan Nose Radom aman dari kerusakan.

          Secara umum perbaikan Nose Radom pada pesawat Boeing 787 dilakukan karena adanya beberapa kerusakan seperti; nick, gauge, crack, dent, depression, dan scratch. Perbaikan Nose Radom sendiri bertujuan untuk mengembalikan bentuk dan struktur Nose agar kembali ke bentuk awal guna melindungi radar dari lingkungan fisik (hujan, es, angin, petir dan perubahan temperatur), serta memberikan struktur aerodynamic pada fuselage. 

         Repair Nose Radom bisa dilakukan dimana saja tergantung kondisi cuaca, tool dan material yang memadai, serta harus dilakukan oleh orang yang telah memiliki keahlian di bidang composite, material composite yang biasa di gunakan untuk structure Radom adalah fiberglass karena sifat dari fiberglass high resistance.



1.2  TUJUAN PENULISAN
 Laporan ini di tulis untuk memenuhi tugas mata kuliah aircraft structure di Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi. Dengan tujuan;
1.      Mahasiswa mampu mengetahui tentang komposit dan jenisnya
2.      Mahasiswa dapat mengetahui pengaplikasian komposit pada pesawat terbang
3.       Mahasiswa mampu mengetahui material yang digunakan dalam perbaikan Nose Radom pada pesawat Boeing 787
4.      Mahasiswa mampu mengetahui perbaikan Nose Radom pada pesawat Boeing 787

1.3  HIPOTESA AWAL

       Perbaikan  structure komposit pada Nose Radom pesawat Boeing 787 merupakan salah satu perbaikan yang membutuhkan keahlian di bidang komposit karena di gunakan untuk melindungi radar pesawat, jika perbaikan tidak dilakukan dengan prosedur, material dan tool yang benar maka akan menyebabkan struktur nose mudah di pengaruhi oleh lingkungan fisik yang nantinya akan berpengaruh pada terganggunya  radar pesawat tersebut, di Radom juga harus terdapat perlindungan anti petir untuk menghindari terganggunya radar jika sewaktu waktu pesawat tersambar petir. Oleh sebab itu perbaikan Nose Radom pesawat Boeing 787 haruslah mengikuti prosedur yang telah di tetapkan.

1.4  RUANG LINGKUP MATERI
        Laporan ini membahas tentang Perbaikan struktur komposit pada Nose Radom pesawat Boeing 787, dikarenakan Nose Radom sangat berperan penting untuk menjaga radar pesawat Boeing 787.




BAB II
DASAR TEORI

2.1 MATERIAL KOMPOSIT
Komposit pertama kali digunakan pada pesawat komersial pada tahun 1950-an. Pesawat pertama yang menggunakan komposit adalah Boeing 707 jumlahnya sekitar 2% dan jenis serat yang digunakannya adalah fiberglass, dan pada tahun 80-an Airbus menggunakan 5% komposit pada A310-300.

            Material komposit saat ini menjadi bagian penting dalam konstruksi struktur pesawat udara. Part part pesawat yang dibuat dari material komposit, seperti radom fairings, spoiler, dan flight controle, yang dikembangkan sejak tahun 1960-an untuk mengurangi berat nya dibandingkan dengan part-part dari aluminium. Generasi baru pesawat berbadan besar seperti Boeing 787 dirancang dengan semua struktur fuselage dan wing dari material komposit, dan perbaikan kemajuan pengembangan material material komposit membutuhkan pengetahuan tentang struktur komposit, material, dan tooling secara mendalam. Keuntungan utama dari material komposit adalah kekuatan tinggi, beratnya relatif rendah, dan tahan korosi.

 Komposit merupakan kombinasi dari dua material atau lebih yang memiliki fasa yang berbeda menjadi suatu material baru yang memiliki properti lebih baik dari keduanya. Jika kombinasi ini terjadi dalam skala makroskopis maka disebut sebagai komposit. Jika kombinasi ini terjadi secara mikoroskopis (molekular level) maka disebut sebagai alloy atau paduan. 

Penggunaan material komposit meningkat secara signifikan didunia penerbangan komersial dan pada pesawat terbaru sekarang ini yaitu pada pesawat Boeing 787 yang sebagian besar strukturnya menggunakan material komposit.



Gambar 2.1 Penggunaan Material Komposit di Pesawat Komersial


Jenis komposit yang biasa digunakan untuk pembuatan komponen pesawat terbang diantaranya;

1.      Komposit monolitic (laminat) adalah komposit yang dibuat dari 2 atau lebih prepreg (lembaran continuous fibre reinforced thermoplastic composite), yang membentuk elemen secara intregral/menyeluruh.            
2.      Komposit sandwich merupakan gabungan dua lembar skin yang disusun pada dua sisi luar dan core yang ringan di antara dua skin.

2.2  JENIS JENIS SERAT KOMPOSIT

2.2.1 Serat gelas
Fiberglass sering digunakan untuk struktur sekunder pada pesawat, seperti fairings, radomes, dan wing tips. Fiberglass juga digunakan untuk rotor blades helikopter. Ada beberapa jenis fiberglass digunakan dalam industri penerbangan. Electrical glass, atau E-glass, diidentifikasi sebagai seperti untuk aplikasi listrik. E-glass memiliki resistensi yang tinggi terhadap aliran arus. E-glass terbuat dari glass borosilikat. S-glass dan S2-glass mengidentifikasi struktur fiberglass yang memiliki kekuatan lebih tinggi dari E-glass.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTuBlHcL_k9kTWKT-jkJcRWq0OLOXH9yF_i5j8QOfkLbZfiY0gzueaxIaSl-0sBgGU6l2NWLr8_4Txs4ZyngjOZLtrQ9syg1OAhjRIfXqOwIoXvv5a-dvKMEOXsAm6E0Dw-t816Kl-Pa2J/s320/matt.jpg
Gambar 2.2 Serat Gelas

2.2.2        Kevlar
 Kevlar adalah nama DuPont untuk serat aramid. serat aramid yang ringan, kuat, dan tangguh. Dua jenis aramid serat yang digunakan dalam industri penerbangan. Kevlar memiliki memiliki kekakuan yang rendah. Keuntungan dari serat aramid adalah resistensi yang tinggi mereka untuk dampak kerusakan, sehingga mereka sering digunakan di daerah rawan dampak kerusakan. Kelemahannya adalah Kevlar sulit untuk dibor dan dipotong. membutuhkan gunting khusus untuk memotong bahan. Kevlar sering digunakan untuk balistik militer dan aplikasi pelindung tubuh.
Related image
Gambar 2.3 Kevlar


2.2.3 Karbon / grafit
Salah satu perbedaan pertama yang akan dibuat antara serat adalah Perbedaan antara serat karbon dan grafit, meskipun istilah yang sering digunakan secara bergantian. karbon dan serat grafit didasarkan pada graphene (heksagonal) lapisan jaringan hadir dalam karbon. Jika lapisan graphene, atau pesawat, ditumpuk dengan urutan tiga dimensi, bahan tersebut didefinisikan sebagai grafit. Waktu biasanya diperpanjang dan suhu pengolahan diperlukan untuk membentuk urutan ini, membuat grafit serat lebih mahal.

 Serat karbon yang sangat kaku dan kuat, 3 sampai 10 kali lebih kaku dari fiberglass. fiber karbon digunakan untuk struktur pesawat, seperti balok lantai, stabilisator, kontrol penerbangan dan pesawat primer dan struktur sayap. keuntungan meliputi kekuatan tinggi dan ketahanan korosi.

Kekurangan dari serat karbon termasuk konduktivitas lebih rendah dari aluminium; oleh karena itu, proteksi petir jala atau lapisan yang diperlukan untuk pesawat bagian yang rawan sambaran petir. kelemahan lain dari serat karbon adalah biaya yang ting
Serat karbon berwarna abu-abu atau hitam dalam warna dan tersedia sebagai kain kering dan bahan prepreg. Serat karbon memiliki potensi tinggi untuk menyebabkan galvanis korosi bila digunakan dengan fastener dan struktur logam.
Related image
Gambar 2.4 Carbon Graphite
2.2.4 Boron


Gambar terkait

Serat boron sangat kaku dan memiliki kekuatan tarik dan tekan yang tinggi. Serat memiliki diameter relatif besar dan tidak memiliki kelenturan yang baik; Oleh karena itu, material ini digunakan hanya sebagai produk prepreg tape. Matriks epoxy sering digunakan dengan serat boron. Serat boron yang digunakan untuk memperbaiki retak kulit pesawat aluminium, karena ekspansi termal boron dekat aluminium dan tidak menyebabkan potensi korosi galvanik. Kelemahan serat boron adalah sulit untuk digunakan jika permukaan bahan utama memiliki bentuk berkontur. Serat boron sendiri sangat mahal, Serat boron sering digunakan dalam aplikasi penerbangan militer.
Gambar 2.5 Boron
(Sumber; https://indonesian.alibaba.com/promotion/promotion_boron-fiber-promotion-list.html)


2.2.5        Serat keramik
Serat keramik digunakan untuk aplikasi suhu tinggi, seperti pisau turbin dalam mesin turbin gas. Keramik serat dapat digunakan untuk suhu sampai 2200 ° F.
Gambar terkait
Gambar 2.6 Serat Keramik
(Sumber http: //no.domintex.net/insulation-materials/ceramic-fiber-insulation/ceramic-fiber-insulation-paper.html)









2.3      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KOMPOSIT

2.3.1        Kelebihan Menggunakan Komposit (Advantages Using Composite)

·         Komposit tidak sekadar memiliki sifat yang berbeda dari material penyusunnya, namun komposit dapat menjadi material yang jauh lebih baik dari material penyusunnya.
·         Komposit dapat dirancang sesuai kebutuhan.
·         Komposit dapat dirancang menjadi sangat kuat dan kaku dengan berat cukup ringan, bahkan sangat ringan.
·         Rasio perbandingan kekuatan dengan berat serta kekakuan dengan berat beberapa kali lebih baik dibandingkan dengan baja dan aluminium. Oleh karena itu komposit cocok bila digunakan pada bidang pesawat terbang.
·         Sifat fatigue dan keuletan dari komposit secara umum lebih baik dibandingkan dengan logam dan sejenisnya
·         Tahan Korosi
·         Material komposit memungkinkan kita memperoleh sifat yang tidak dapat dicapai oleh logam dan sejenisnya.
·         Komposit memungkinkan kita merancang material dengan penampilan luar yang menarik.
2.3.2 Kelemahan Menggunakan Komposit (Disadvantages Using Composite)

  • Banyak komposit yang bersifat anisotropic, di mana terjadi perbedaan sifat yang tergantung pada arah komposit diukur.
  • Banyak komposit berbasis polimer yang menjadi subjek serangan bahan kimia atau bahan pelarut. Polimer rentan terkena serangan.
  • Secara umum material komposit itu mahal.
  • Proses pembuatan dan pembentukan material komposit lambat dan mahal


2.4   APLIKASI COMPOSITE PADA PESAWAT UDARA

Teknologi modern menuntut untuk dapat menemukan bahan-bahan yang ringan namun memiliki daya tahan (kekuatan) yang besar. Bahan dengan karakter seperti ini sangat banyak gunanya, terutama dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk badan pesawat terbang. Karena pada prinsipnya, semakin ringan desain pesawat terbang, maka bahan bakar yang di perlukan akan semakin sedikit, sehingga berdampak langsung pada efisiensi sebuah bisnis penerbangan.

Saat ini, pesawat-pesawat terbaru menggunakan komposit sebagai komponen utama fuselage (badan pesawat). Keuntungannya adalah bahwa bahan ini ringan dan lebih kuat bila dibandingkan dengan allumunium alloy atau sejenisnya yang biasa dipakai pada pesawat-pesawat versi lama. Kekuatan yang besar pada bahan ini memungkinkan pesawat untuk mengatur tekanan kabin pesawat agar lebih dekat dengan tekanan pada permukaan tanah (sea level). Ini sangat mungkin sebab di samping kuat, fuselage dengan komposit tidak memerlukan banyak sambungan.

Penggunaan composite di pesawat udara misalnya;
1)      Radome            
2)      Fairings
3)      Flight control surfaces
4)      Landing gear doors
5)      Leading and trailing edge panels on the wing and stabilizer
6)      Interior components
7)      Floor beams and floor boards
8)      Vertical and horizontal stabilizer primary structure on large aircraft
9)      Primary wing and fuselage structure on new generation large aircraft
10)  Turbine engine fan blades
11) Propellers


2.5 SEKILAS TENTANG BOEING 787

Boeing 787, atau Dreamliner, adalah pesawat penumpang ukuran sedang yang dibangun di Boeing Commercial Airplanes Pesawat memiliki kapasitas penumpang 200 - 350 penumpang dan lebih efisien dalam proses penggunaan bahan bakar dibandingkan dengan model-model sebelumnya. Dan juga akan menjadi pesawat penumpang pertama yang menggunakan material komposit pada hampir sebagian besar konstruksinya. Pesawat ini sebenarnya pertama kali diperkenalkan pada 2007 dan dijadwalkan terbang pertama pada Agustus tahun yang sama. Namun, karena masalah teknis, peluncuran ditunda. Namun, pada 15 Desember 2009, ujicoba pertama penerbangan atas produk terbaru 787 Dreamliner berjalan sukses di Everett, negara bagian Washington. Ujicoba itu merupakan terobosan Boeing setelah bertahun-tahun tertunda.
Gambar 2.7 Pesawat Boeing 787

Pesawat Boeing 787 Dreamliner mempunyai 3 jenis yaitu:
1)      Boeing 787-3 Boeing ini merupakan model yang didesain menandingi Airbus A330 pesawat ini berciri lebih pendek, pesawat ini juga adalah versi lanjutan dari versi Boeing 757.
2)      Boeing 787-8 ini merupakan versi kedua 787 yang diproduksi Boeing, pesawat ini juga dimaksudkan untuk menyaingi Airbus A340-500.pesawat ini memuat 50 penumpang lebih banyak dari pesawat 787-3.
3)       Boeing 787-9 Pesawat ini adalah versi terjauh yang diproduksi oleh Boeing.pesawat ini mampu menjelajah 2 X lebih jauh dari Boeing 777. Pesawat ini dimaksudkan untuk menyaingi Airbus A350.

Pesawat ini dirancang supaya sangat ramah lingkungan. Menurut Boeing, material pesawat ini terbuat dari karbon fiber yang ramah lingkungan. Pesawat ini juga irit bahan bakar, mampu menempuh jarak dua kali jarak tempuh Boeing 777. Lampu yang digunakan oleh pesawat ini juga sangat ramah lingkungan. Bahan baku yang baru, hampir separuhnya badan pesawat ini terbuat dari bahan komposit khusus yaitu semacam campuran serat karbon yang dipercaya lebih ringan dan kuat dibanding dengan bahan dasar pesawat konvensional yaitu alumunium. dengan demikian bobot pesawat bisa direduksi dan struktur pesawat lebih kuat.
Desain dari Boeing 787 juga terbilang baru dan unik, dengan sayap sweptback yang berujung agak “lentik” dan fleksibel, penampilan  Boeing 787 terlihat berbeda dari pesawat sipil lainnya, Boeing mengatakan desain pesawat ini memang benar-benar baru, terutama di bagian sayap dan fuselage (badan pesawat), bagian sayap dibuat lebih panjang dari pesawat sekelas, ini memberikan daya angkat yang lebih kuat, selain itu bagian sayap ini dibuat satu kesatuan untuk mengurangi biaya perawatan karena kompleksitas suatu komponen. bagian badan sendiri dibuat lebih lebar dan agak kotak pada bagian bawahnya, keuntungannya kapasitas kargo menjadi lebih besar 40 % dari pesawat sekelas. dengan segala keunggulannya tidak salah Boeing berbangga dengan produk barunya ini, ditengah hiruk pikuk dunia yang terlena akan kemegahan pesawat superjumbo Airbus A380.

2.6  PENGGUNAAN MATERIAL KOMPOSIT PADA BOEING 787

  Penggunaan bahan komposit pada Boeing 787 saat ini mencakup separuh dari badan pesawat yang terbuat dari bahan komposit khusus yaitu semacam campuran serat karbon yang dipercaya lebih ringan dan kuat dibanding dengan bahan dasar pesawat konvensional yaitu alumunium. dengan demikian bobot pesawat bisa direduksi dan struktur pesawat lebih kuat.
Gambar 2.8 Aplikasi Komposit di Pesawat Boeing 787


2.7 PENGGUNAAN MATERIAL KOMPOSIT DI NOSE RADOM BOEING 787

        Material komposit yang di gunakan dalam pembuatan Nose Radom Boeing 787 adalah komposit jenis  fiberglass. Fiberglass atau serat kaca adalah kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis dengan garis tengah sekitar 0,005 mm - 0,01 mm. Serat ini dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain, yang kemudian diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi .
Fiberglass di gunakan pada radom Boeing 787 karena fiberglass memiliki kelebihan seperti ;
1)       Kekuatan tarik yang tinggi / High Tensile Strength
2)       Tahan terhadap panas dan api / tidak terbakar atau menyokong pembakaran
3)       dan tidak rusak karena :
a)        Bahan kimia
b)       Jamur, bakteri / serangga
c)       Tahan terhadap Moisture
d)       Tidak busuk
e)       Tahan panas
4)       Kuat
5)       Tidak korosi
6)       Flexible
7)       Isolator Listrik
8)       Sinar matahari tidak mempengaruhi terhadap warna
9)       Variasi dalam fabrikasi
10)   Memiliki rasio kekuatan berat yang baik
11)   Mudah di desain untuk komponen tingkat tinggi
12)   Perawatan yang lebih mudah

2.8 INSPEKSI PADA NOSE RADOM BOEING 787
        Proses inspeksi pada Radom Boeing 787 menggunakan pemeriksaan tidak merusak atau Non Destructive Test (NDT) dari Komposit. Inspeksi ini memiliki beberapa metode yaitu;

2.8.1        visual Inspeksi
Sebuah inspeksi visual adalah metode inspeksi utama untuk intern inspeksi. Kebanyakan jenis kerusakan hangus, noda, penyok, menembus, mengikis, atau chip pada permukaan komposit pada Nose Radom, membuat kerusakan terlihat. Setelah kerusakan terdeteksi, daerah yang terkena perlu diperiksa lebih dekat menggunakan senter, kaca pembesar, cermin, dan boroscope. Alat-alat ini digunakan untuk memperbesar cacat yang dinyatakan tidak mungkin dilihat dengan mudah dan untuk memungkinkan inspeksi visual dari daerah yang tidak mudah diakses. kelebihan resin, kekurangan resin, keriput, lapis, perubahan warna (karena terlalu panas, sambaran petir, dll), dampak kerusakan oleh sebab apapun, benda asing, dan lecet adalah beberapa kerusakan yang dapat terdeteksi dengan inspeksi visual. Visual inspeksi tidak bisa menemukan kelemahan internal komposit, seperti delaminations, disbonds, dan matriks krasing. Membutuhkan teknik NDT yang lebih canggih diperlukan untuk mendeteksi jenis cacat.

Gambar terkait
Gambar 2.9 Metode Visual Inspeksi


2.8.2        Ultrasonic Inspeksi
Transduser, menunjukkan adanya cacat. Inspeksi pulsa gema digunakan untuk Ultrasonik inspeksi telah terbukti menjadi alat yang sangat berguna untuk deteksi internal delaminations, void, atau inkonsistensi dalam komponen komposit tidak sebaliknya discernable menggunakan metodologi visual atau tekan. ada banyak teknik ultrasonik; Namun, setiap teknik menggunakan suara gelombang energi dengan frekuensi di atas kisaran terdengar.  A-frekuensi tinggi (biasanya beberapa MHz) suara gelombang dimasukkan ke bagian dan dapat diarahkan untuk melakukan perjalanan normal ke permukaan bagian, atau di sepanjang permukaan bagian, atau di beberapa sudut yang telah ditetapkan ke permukaan bagian. Anda mungkin perlu untuk mencoba arah yang berbeda untuk menemukan aliran. Memperkenalkan terdengar kemudian dipantau karena perjalanan rute yang ditetapkan melalui bagian untuk setiap perubahan yang signifikan. Gelombang suara ultrasonik memiliki sifat yang mirip dengan gelombang cahaya. Ketika sebuah ultrasonik gelombang pemogokan objek mengganggu, gelombang atau energi baik diserap atau dipantulkan kembali ke permukaan. Terganggu atau energi sonik berkurang kemudian dijemput oleh penerima sebuah transduser dan diubah menjadi tampilan pada osiloskop atau perekam grafik. Layar memungkinkan operator untuk mengevaluasi indikasi discrepant relatif dengan daerah-daerah dikenal baik. Untuk memudahkan perbandingan, referensi standar yang ditetapkan dan digunakan untuk mengkalibrasi inspeksi ini dilakukan untuk mendeteksi kerusakan yang tidak terlihat serta disbonding.

Gambar 2.10 Ultrasonic Testing Methods.
(Sumber;Federation Aviation Administration)


2.8.2.1  Peralatan ultrasonik.
Teknisi perbaikan harus menyadari bahwa konsep yang diuraikan di sini bekerja dengan baik dalam lingkungan manufaktur berulang-ulang, tetapi cenderung lebih sulit untuk menerapkan dalam perbaikan lingkungan mengingat jumlah besar komposit yang berbeda komponen yang terpasang di pesawat dan relatif kompleksitas konstruksi mereka. Standar acuan juga harus memperhitungkan transmutasi yang terjadi ketika komponen komposit terkena sebuah lingkungan in-service selama periode berkepanjangan atau telah subjek aktivitas perbaikan atau tindakan restoratif serupa. Itu tiga teknik ultrasonik yang paling umum dibahas berikutnya.

a)      Melalui Transmisi Ultrasonic Inspeksi
Melalui transmisi pemeriksaan ultrasonik menggunakan dua transduser, satu di setiap sisi dari area yang akan diperiksa. Itu sinyal ultrasonik ditularkan dari satu transduser ke transduser lainnya. Hilangnya kekuatan sinyal kemudian diukur oleh instrumen. Instrumen menunjukkan kerugian sebagai persen dari kekuatan sinyal asli atau kerugian dalam desibel. Sinyal kerugian dibandingkan dengan standar referensi. Daerah dengan lebih besar kerugian dari standar referensi menunjukkan area yang rusak.

b)     Pulse Echo Ultrasonic Inspeksi

 
Single-side pemeriksaan ultrasonik dapat dicapai dengan menggunakan pulsa teknik echo. Dalam metode ini, unit pencarian tunggal bekerja sebagai pemancar dan transduser penerima yang gembira dengan pulsa tegangan tinggi. Setiap pulsa listrik mengaktifkan elemen transduser. Elemen ini mengubah listrik energi menjadi energi mekanik dalam bentuk ultrasonik gelombang suara. Energi sonic perjalanan melalui Teflon atau Tip kontak metakrilat ke bagian tes. Gelombang A adalah dihasilkan di bagian tes dan dijemput oleh transduser elemen. Setiap perubahan dalam amplitudo sinyal yang diterima, atau waktu yang dibutuhkan untuk gema untuk kembali ke menemukan delaminations, retak, porositas, air, dan disbonds komponen terikat. Pulsa gema tidak menemukan disbonds atau cacat antara kulit laminasi dan sarang lebah inti.






Gambar 2.11 Pulse Echo Test Equipment
Sumber;(Federation Aviation Administration)


c)      Ultrasonik Bondtester Inspeksi



Rendah frekuensi dan frekuensi tinggi bondtesters digunakan untuk inspeksi ultrasonik struktur komposit. Ini bondtesters menggunakan probe inspeksi yang memiliki satu atau dua transduser. Frekuensi tinggi bondtester digunakan untuk mendeteksi delaminations dan void. Tidak dapat mendeteksi kulit-honeycomb disbond inti atau porositas. Hal ini dapat mendeteksi cacat sebagai sekecil 0,5 inci dengan diameter. frekuensi rendah bondtester menggunakan dua transduser dan digunakan untuk mendeteksi delaminasi, void, dan kulit untuk membubarkan inti sarang lebah. pemeriksaan ini Metode tidak mendeteksi sisi mana sebagian rusak, dan tidak dapat mendeteksi cacat kecil dari 1,0 inci
Gambar 2.12 Bond Tester.
(Sumber;Federation Aviation Administration)
.
 

 

2.9 KERUSAKAN YANG TERJADI PADA NOSE RADOM BOEING 787

Secara umum, ada beberapa peristiwa yang menyebabkan kerusakan pada Nose Radom Boeing 787 sala satunya adalah tabrakan dengan benda besar yang dapat menyebabkan elemen Nose rusak dan lampiran gagal. Dan ada beberapa kerusakan lain seperti; nick, gauge, crack, debond, depression, dan scrath serta kerusakan yang umum terjadi pada komposit yaitu Disbonding, Kerusakan juga bisa terjadi karena tabrakan antara pesawat dengan burung (bird strike)
Kerusakan pada structure Radom;
1)      Degradasi lingkungan
2)      Dampak Kerusakan
3)      Kelelahan
4)      Retak
5)      Debonding
6)      Delaminasi
7)      Fiber rekah
8)      Erosi

Gambar.2.13 Kerusakan Pada Nose Radom
.
 

 
(sumber;Federal Aviation Administration)



BAB III
PEMBAHASAN
Pada bab ini merupakan inti dari penulisan laporan, penulis menjelaskan mengenai ulasan singkat tentang proses Repair Nose Radom Pesawat Boeing 787, Perbaikan interim mengembalikan kekuatan yang diperlukan untuk komponen. Namun, perbaikan ini tidak mengembalikan daya tahan yang diperlukan untuk komponen. Oleh karena itu, harus dilakukan interval inspeksi/metode yang berbeda. Sebuah perbaikan permanen adalah perbaikan yang mengembalikan kekuatan yang diperlukan dan daya tahan untuk komponen. Berat perbaikan harus dihitung dan dibandingkan dengan berat badan kontrol penerbangan dan batas keseimbangan ditetapkan dalam Structure Repair Manual (SRM).

3.1 REPAIR MATERIAL COMPOSITE PADA NOSE RADOM  BOEING 787

      Nose Radom pesawat Boeing 787 menjadi jendela elektronik untuk radar, sering dibuat dari tiga atau empat lapisan dari fiberglass. Kulit tersebut sangat tipis sehingga tidak memblokir sinyal radar. Struktur tipis, dan lokasi yang berada di depan pesawat, membuat Nose Radom rentan terhadap kerusakan dari hujan es, burung dan sambaran petir. Kerusakan bisa menyebabkan disbonds dan delaminasi. Air sering ditemukan dalam struktur Radom yang akan menyebabkan kerusakan atau erosi. Hal ini pada akhirnya memecah bahan fiberglass menyebabkan titik lemah pada Radom itu sendiri. Kerusakan Radom perlu diperbaiki cepat untuk menghindari kerusakan dan terganggunya sinyal radar. Air yang terperangkap atau uap air dapat menghasilkan bayangan pada radar yang sangat menurunkan kinerja dari radar. Untuk mendeteksi ingression air di kubah, biasa digunakan metode NDT Teknik ini meliputi radiografi sinar-x, termografi inframerah, tetapi yang paling sering di gunakan adalah ultrasonic. Perbaikan untuk Radom mirip dengan perbaikan struktur fiberglass lain, tetapi teknisi perlu menyadari bahwa perbaikan dapat mempengaruhi radar kinerja, Sebuah alat khusus yang diperlukan untuk memperbaiki parah Radom rusak.

Gambar 3.1 Radome repair tool.
(Sumber:Federation Aviation administration)


Pemeriksaan pada Nose Radom harus dilakukan sesering mungkin dalam jangka waktu yang telah ditentukan untuk memastikan bahwa sinyal radar dapat diteruskan dengan baik melalui Radom itu. Kubah perlindungan petir strip terikat pada luar Radom untuk mengantisipasi terjadinya sambaran petir, Dan penting bahwa strip proteksi petir ini harus dalam kondisi baik untuk menghindari kerusakan struktur Radom.

Gambar 3.2 Lightning protection strips on a Radom
(Sumber:Federation Aviation administration)

 
           
                                                                                                                       
3.2 REPAIR PRECEDURES PADA NOSE RADOM BOEING 787

            Metode perbaikan untuk carbon, fiberglass, dan Kevlar adalah serupa. Fiberglass kadang-kadang digunakan untuk memperbaiki Kevlar. Langkah-langkah utama dalam memperbaiki kerusakan Nose Radom pesawat Boeing 787 adalah dengan dry laminasi yang meliputi; inspeksi kerusakan, menghilangkan kerusakan, persiapan patch, Bagging, Curing dan Aplikasi Finish Coat dan Lightening perlindungan Mesh.

Hasil gambar untuk repair composite material
Gambar 3.3 Metode Patch


3.2.1  Langkah 1: Inspeksi Kerusakan

Langkah awal adalah pemeriksaan Nose Radom menggunakan metode (NDI) seperti visual dan ultrasonic untuk menentukan kerusakan di daerah Nose. Langkah ini harus dilihat pada SRM untuk menemukan prosedur NDI yang berlaku. Pemeriksaaan serta perbaikan harus menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk menjamin keselamatan dan keamanan pada proses pemeriksaan serta perbaikan Nose Radom pesawat Boeing 787.



3.2.2        Langkah 2: Hilangkan Kerusakan

Daerah yang rusak pada Nose Radom perlu dipangkas berbentuk oval atau lubang persegi panjang dengan jari-jari halus besar untuk mencegah stres konsentrasi dengan menggunakan sander, scotch atau kertas pasir kasar sampai permukaan Nose Radom yang akan di perbaiki 1 inci lebih besar dari ukuran patch. Pastikan tidak terdapat crack pada jari-jari yang di pangkas. Selalu gunakan APD dalam setiap prosesnya.

3.2.3        Langkah 3: Persiapan Patch

Tentukan jumlah, ukuran, dan orientasi patch berdasarkan informasi perbaikan yang ditemukan di SRM. Bahan patch dan orientasi yang digunakan harus sama dengan orientasi struktur awal Nose Radom. potong bentuk dari patch sebelum melampirkan patch untuk struktur Nose Radom yang rusak, gunakan perekat pada struktur yang akan di repair. Jangan lupa menggunakan APD pada setiap prosesnya.

Gambar 3.4 proses pemasangan patch
(sumber; Federation Aviation Administration)




3.2.4        Langkah 4: Bagging

Sebuah adhesive film di tempatkan di atas daerah yang rusak kemudian pasangkan patch diatas struktur yang akan di perbaiki, lalu gunakan vacuum bag di bagian paling atas guna mengeluarkan udara dan mengencangkan patch. Vacuum Bag merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengencangkan path dengan struktur yang akan di perbaiki.

3.2.5        Langkah 5: Curing

Proses curing merupakan proses polimerisasi atau pematangan resin agar patch menempel sempurna pada Nose Radom, proses curing menggunakan media autoclave atau hot bonder agar patch menempel secara kuat pada struktur yang diperbaiki, pemanasan dilakukan pada suhu 250 ° F atau 350 ° F lihat SRM untuk menentukan proses yang benar.

3.2.6        Langkah 6: Aplikasi Finish Coat dan Lightening perlindungan Mesh

Perbaikan perlu diampelas, prima, dan dicat dengan sistem cat disetujui. Sebuah kebutuhan proteksi anti petir harus diterapkan jika patch komposit yang digunakan pada daerah Nose Radom.                          

           






BAB IV
 KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
          Dari Laporan ini penulis dapat menyimpulkan beberapa hal, diantaranya:
1)      Perbaikan pada Nose Radom haruslah dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan yang terdapat dalam Structure Repair Manual (SRM).
2)      Dengan mengikuti aturan yang telah di tetapkan serta menggunakan alat pelindung diri (APD) maka akan meningkatkan keselamatan serta efektifitas dalam proses perbaikan.
4.2 Saran
            Mengenai Laporan penulis memiliki saran, diantaranya;
1)      Sebaiknya sebelum melakukan perbaikan Nose Radom alangkah baiknya kita perlu mengerti dan menguasai material dan prosedur yang telah disediakan.
2)      Kita sebagai Mahasiswa Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi yang berjiwa Be Airmanship harus menerapkan prosedur yang benar dalam melakukan proses perbaikan pada pesawat terbang.





DAFTAR PUSTAKA

1.      Federation Aviation Administration
6.      https://indonesian.alibaba.com/promotion/promotion_boron-fiber-promotion-list.html
7.      http: //no.domintex.net/insulation-materials/ceramic-fiber-insulation/ceramic-fiber-insulation-paper.html)












LAMPIRAN 1
Hasil gambar untuk repair composite material


LAMPIRAN 2


LAMPIRAN 3

Hasil gambar untuk vacuum bagging

LAPORAN TUGAS AKHIR STUDI ATAS PERAWATAN ENGINE FIRE EXTINGUISHER BOTTLE PADA PESAWAT BOEING 737 MAX HENDLORD JESRANO ...